Senin, 28 Maret 2011

“Tak Ada Yang Bertahan” (Kisah Nyata Seorang Mahasiswa)

Hidupku terasa sepi dan hampa apabila tak ada seseorang yang hadir dalam kehidupan ini. Ingin rasanya mencari pacar lagi. Sebulan yang lalu aku dekat dengan beberapa orang cewek di kelas ku. Dan ternyata hanya satu yang membuatku merasa nyaman apabila didekatnya. Sebut saja “lolita” sorry bro, namanya ku ganti dengan nama samaran. Akupun terus mendekati dia hingga dia benar-benar mersa dekat dengan ku. Setelah itu, aku merasa setelah kedekatan kita akan lebih baik apabila kita menjalin sebuah hubungan khusus. Beberapa hari setelah kedekatan itu kami pun resmi jadian.
            Hari ini adalah hari jadian ku dengan lolita, tepatnya rabu 13 oktober 2010. Aku sangat senang dan bahagia apabila didekatnya, dan aku berharap kebahagiaan ini akan ku miliki selamanya. Dunia seakan milik ku saat ini. Pada keesokan harinya kebetulan aku dan dia tidak kuliah dan aktivitas kampus pun juga tidak ada, lalu aku berangkat kekampung halaman karena libur tersebut. “wah senang nya hati ini, cewek ada kuliah juga libur..mmm lega rasanya, tapi tugas kuliah lagi banyak juga sih,,gimana nih,,gak jadi deh aku nyatai,,hufffffff”. Pada saat malam datang aku teringat pada kekasih yang tadi siangnya baru jadian aku tinggal pergi, “lagi ngapain dia yach..telphon dulu ah, itung-itung ngelapesin kangen”. Tidak lama kemudian aku pun mengambil handphon yang terletak ditempat tidur ku, “kring..kring” akupun melepas kerinduan yang hanya Cuma lewat telphon seluler aja.
            Setelah lama berbicara ditelphon aku merasa ngantuk dan sengat lelah, karena tadi siang menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi karena tugas yang diberikan dosen belum juga selesai maka mulai lah aku menyelesaikannya. Tidak terasa waktu terus berlalu dan hari semakin sore, akhirnya tugas ku terselesaikan juga. Aku bersiap-siap untuk kembali ke lubuk alung dimana gadis pujaan hati telah menunggu kedatangan ku. Satu minggu kemudian aku merasa ada yang berubah pada sifatnya lolita dan perang dunia kedua pun dimulai “ada apa dengan mu,aku perhatiin dalam beberapa hari ini kamu sering mengahindar dari ku,,ada apa dan kenapa???,,”, dia tidak mau menjawab pertanyaan ku. Aku bingung dengan perilakunya begitu, aku coba untuk membujuknya sekali lagi, tetapi ia tidak mau menjawab. Ya tuhan kenapa dia?,,apa yang harus aku lakukan dan kenapa ia bisa berubah secapat itu? apa salah ku padanya?. Didalam kebingungan ini aku tak bisa berbuat apa-apa dan apa yang harus aku lakukan agar hubungan ku dengan dia bisa kembali seperti sedia kala. Rindu ku semakin tak tertahan, sedangkan dia selalu cuek dan tak acuh padaku. Sepertinya dia memang tak ada lagi perasaan untuk mencintai ku, tapi aku masih penasaran apa yang terjadi sebenarnya pada hubungan ku ini. Sedih bercampur emosi membuatku merasa terombang-ambing pada kesalahan yang tak pernah aku lakukan, aku mencoba untuk membicarakan masalah ini dengan dia, tapi dia selalu menolak setiap ajakan ku ini. Rasanya aku ingin berteriak sekuat mungkin agar dia mengerti keadaanku sekarang ini, tapi itu tak mungkin. Semua teman-temanku juga tak jauh dari tempat aku berdiri, dan teman-teman pun tak tau kalau hubungan ku dengan dia sudah retak. Pedih, perih itu yang kurasakan saat dia mengirim sebuah pesan singkat kepadaku isinya mengatakan,,”maaf aku tak bisa melanjutkan hubungan ini”.
            Setelah kejadian itu aku merasakan keputusasaan terhadap diriku sendiri, orang yang sengat aku cintai kini telah pergi meninggalkan aku disaat aku terpuruk sendiri. Berhari-hari pikiran ku tak karuan kerena memikirkan gadis yang aku cintai kini hilang dan pergi, beragam tugas yang diberikan dosen pun juga terbengkalai. Aku kecewa pada diriku sendiri.
            Dulu aku juga merasakan hal yang sama seperti ini, pada saat itu aku masih SMA dan aku duduk bangku kelas II dan pacar ku kelas I pada sekolah yang sama. Hubungan ku pada saat itu cukup lama bertahan, tak lama kemudian juga dapat masalah. Awal-awalnya muncul masalah yaitu pada saat aku datang kerumahnya dengan teman-teman untuk mengenali orang tua nya lebih dekat lagi, hari itu aku benar-benar lupa kalau aku sendang merokok didepan orang tuanya dan dia paling tidak suka melihat orang yang disayangnya merokok didepannya. Jangan kan aku yang merokok, orang tua laki-lakinya saja merokok dia sangat marah apalagi aku yang dia kenal hanya lebih kurang setahunan lah kira-kira begitu. Setiap hisapan aku nikmati,”wah nikmat sekali rasanya, apalagi sesudah makan rasanya maknyus banget”. Tanpa kusadari ternyata dia sedari tadi berdiri dibelakangku”ah celaka,,mati aku, aku ketauan bussssyeeet dah”,dengan rasa kaget yang begitu mengguncang dunia sehingga aku tak dapat berbicara apapun dan hanya mendengar suara yang marah-marah bagaikan macan menerkam mangsanya. Keesokan harinya dia mencari ku disekolahan dan masih juga marah apabila melihat wajah ku yang imut dan lucu”kata orang-orang sich” dan dia langsung mengambil keputusan yang tak pernah aku bayangkan akan terjadi. Akhirnya berakhir sudah hubungan ku dengan dia. Setelah peristiwa itu aku teperangah duduk didekat bangku disamping kelas, dan aku menyadari betapa bodohnya aku dalam menjalin hubungan berpacaran. Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin, tapi itulah dia orang yang suka memaksakan kehendak sendiri tampa memikirkan orang lain.
            Hari demi hari terus berlalu dan tahun pun telah berganti, kini aku lulus dari ujian nasional walaupun lulusnya sama dengan adik kelas yaitu tahun 2006. Dengan hati riang gembira aku membawa ijazah untuk melamar jadi kepolisian, tapi entah garis tangan sudah diatur oleh yang kuasa aku gagal pada tes ketiga. Pikiran ku sangat kacau akan jadi apa aku ini, semua orang yang melintas didepanku terlihat kecil dan ingin rasanya melepas kekecewaan ku pada mereka. Pada akhirnya aku memutuskan untuk merubah nasib dirantau orang, namun dua tahun kemudian aku pulang untuk melanjut kan sekolah keperguruan tinggi lubuk alung. Setelah beberapa selang waktu berlalu aku menjalani sebagai mahasiswa dikampus ini, Aktivitas kuliah aku lalui dengan santai ketika pertama masuk di perguruan tinggi ini.
            Tidak lama kemudian disaat-saat aku lagi sibuk kuliah, tak disangka ada juga yang mengisi hari-hari ku diwaktu luang, semenjak aku sering main ke salah satu stasiun radio di lubuk alung ini lah pertama kali aku bertemu dengan nya.,,,,,oh iya aku lupa nama gadis itu detrivia anita (idet). Idet ini orangnya sangat sederhana dan aku mengagumi kesederhanaannya itu. Berhubung aku dan dia semakin dekat maka aku ingin memiliki dan mencintai sepenuh hati, tapi ia menolak permintaan ku, ia bilang aku terlalu berlebihan menanggapi kedekatan kita katanya. Seiring berjalannya waktu akhirnya dia mau juga menjalin hubungan yang spesial dengan ku, aku dan dia sering bertemu ketika diradio, kadang kala aku janjian di prapatan rumah nya. Sebenarnya dia sudah lama ingin mengungkapkan perasaannya dengan ku, tapi maklumlah setiap wanita selalu menunggu dari laki-laki dulu yang mengungkapkan perasaan.
            Beberapa bulan hungan kami pun telah berlalu, hingga masalah selalu berpihak padaku ,,ada aja masalah yang datang padaku. Hari ini adalah hari ulang tahun ku dan sebelumnya ia pernah berjanji padaku bahwasanya ia akan datang pada hari ulang tahunku ini, tapi ntah kenapa ia tidak datang. Aku sangat berharap kedatangnya, itu yang aku tunggu dan aku ingin merasakan kebahagiaan ini bersamanya. Lama sudah aku menunggu dengan rasa kecewa, aku mencoba untuk menenghubunginya, tapi handphonenya selalu sibuk, hingga aku terduduk dibawah batang rambutan yang pada waktu itu aku meratap dalam kesedihan. Dan disaat itu juga handphone ku berdering ternyata sebuah pesan singkat yang dikirimnya bahwa ia tak bisa datang karena keperluan lain dan itu hanyalah sebagai alasan agar aku percaya dengannya. Ya allah kenapa aku selalu diberikan kekecewaan dan kenapa tidak kebahagiaan yang ku dapat.
            Kini ia datang dan sebentar pergi, ada apa dengan dia dan kenapa ia seperti itu padaku. Setelah aku tau pada hari itu ia lagi asyik berduaan dengan laki-laki lain dan ternyata aku tertipu oleh mulut manisnya yang katanya akan setia selamanya. Dan aku mengajak nya untuk bicara tapi apa jawabnya, jangan difikirkan lagi hubungan kita karena dia sudah ada pengganti lain. Kecewa dan kecewa lagi itu yang selalu kurasakan. Sehingga aku berniat kembali untuk mencari yang tepat dan tak kan terulang lagi seperti masa laluku.
            Aku sangat berharap pada gadis yang bernama lolita agar ia mau balikan lagi dengan aku, tapi berat rasanya hati ini untuk mengungkapkannya. Dan aku tak ingin kekecewaan itu terulang lagi. Dari sisi aku lihat dia orang nya baik, dari sisi lain dia telah melakukan kesalahan besar terhadapku. Aku juga berharap andaikan lolita kembali kepadaku mungkin aku akan berusaha semampu ku untuk membuat ia nyaman didekatku. Semua itu tak bisa aku lakukan sendiri dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membiasakan diri agar terlupa dari masa laluku dengan dia.
            Seandainya memang ada harapan untuk kembali kepada Lolita, mungkin aku akan memperbaiki semua kesalahan yang seharusnya tak mungkin terjadi. Sungguh tersiksanya batinku  saat ini karena aku sangat merindukan kehadirannya disisiku dan aku sangat membutuhkanya sekarang ini. “dimana kamu sekarang lolita yang ku kenal dulunya baik padaku”. Gelisah yang kurasakan karna memikirkan gadis tak mungSkin berharab kepadaku, ini memberikan aku ide untuk membuat sebuah puisi cinta yang kan kukirim ke publik, mungkin dengan cara inilah rinduku selama ini akan terobati, “ mudah-mudahan  amin..”.
            Cinta sesaat berakhirnya juga cepat, cinta sepenuh hati berakhirnya juga sampai mati. Cinta yang ada padaku ini hanyalah sesaat, sampai kapankah ini kan barakhir agar aku akan menemukan cinta sejati yang aku idam-idamkan selama ini.hidup serba susah untuk saat sekarang, sendiri susah dan selalu merindukan pasangan, apabila sudah ada pasangan juga susah untuk menjaganya. Aku tak habis pikir dengan kehidupan  cinta, ntah apa yang ku nanti sehingga sampai  saat ini aku masih menunggu kehadirannya kembali disini. Kini dalam sebuah percintaan aku menyadari, yang dibutuhkan adalah kesabaran dan rasa saling percaya. Kalau kita tidak sabar maka berakhirlah dengan perpisahan, begitu juga dengan kepercayaan. Kepercayaan yang kita miliki akan membuat hubungan kita akan terasa aman tanpa ada rasa saling menyalahkan.
            Jika aku dan Lolita ditakdirkan untuk berpisah mungkin itu hanya cobaan untuk bisa saling mengkoreksi diri dan walaupun berat rasanya biarlah semua itu aku simpan didalam relung hati paling dalam yang terkunci rapat agar semua kenangan berlalu dengan berjalanya waktu dan bersiap-siap untuk menjalani kehidupan yang baru.

Sabtu, 19 Maret 2011

Cara Upgrade OS BlackBerry Terbaru

Posted on by RSA_Antoni
Blackberry selalu meng-update operating system-nya. OS terbaru tersebut biasanya sudah mengalami perbaikan dari OS sebelumnya dan dengan tambahan fitur baru. Untuk upgrade OS Blackberry, silahkan siapkan :
1.    Ponsel blackberry anda, koneksi internet untuk proses download softwarenya,
2.    Kabel usb bawaan blackberry serta komputer PC atau laptop dengan operating system Windows,
3.    Kalau anda menggunakan Mac Os anda bisa pakai Virtual Windows atau BootCamp. Prosesnya mungkin akan lama, bisa sejam lebih jadi sediakanlah waktu khusus untuk ini.
Kemudian silahkan ikuti langkah berikut ini :
1.    Silahkan download software Blackberry OS terbaru yang anda inginkan dan simpan filenya. Anda bisa mengetahui versi OS di blackberry anda dengan cara klik ‘Options’ dari jendela Home dan pilih ‘About’, setelah huruf ‘v’ adalah versi BB anda, misal v5.0.0.442 berarti blackberry ini masih menggunakan BB OS 5.0.0.442 dan sangat perlu diupgrade. Biasanya Official Blackberry OS resmi akan disediakan oleh operator anda namun bila tidak disediakan anda bisa menggunakan OS resmi terbaru yang dikeluarkan oleh operator lain dengan syarat sebelum instalasi anda mesti men-delete XML file yang terdapat di program file windows (biasanya di C:), ‘Program Files’–>’Common Files’–>’Research In Motion’–>’AppLoader’, hapus file ‘vendor.xml’. Bisa saja file ini tidak anda hapus asalkan ponsel blackberry anda sudah di-unlocked. Beberapa fitur mungkin akan berbeda antara blackberry OS sebelum anda upgrade dengan setelah di-upgrade. Apabila anda menginstall BB OS Leaked caranya juga sama, yang jelas lakukan ini dengan hati-hati dan resiko anda tanggung sendiri.
2.    Download aplikasi Blackberry Dekstop Manager (DM). Bila anda masih menggunakan DM versi lama silahkan di-upgrade dulu.
3.    Anda mungkin ingin mencatat setting-an khusus atau data login password dan lain sebagainya yang akan terpengaruh oleh upgrade kita. Setelah instalasi ke OS yang baru segala setting-an akan kembali ke default jadi saya pikir ini patut diperhatikan.
4.    Memulai instalasi. Silahkan close semua aplikasi yang berkaitan dengan Blackberry yang sedang berjalan di PC anda dan buka atau jalankan/launch file .exe Blackberry OS terbaru yang sudah anda download.
Installation Wizard akan muncul, klik ‘Next’, pilih negara anda, ‘Accept the terms of service’ kemudian klik ‘Next’ lagi. Setelah proses instal selesai di PC, anda akan diminta untuk memulai Blackberry Desktop Manager. Centang pilihan ini lalu klik ‘Finish’.
Secara otomatis Desktop Manager akan terbuka, silahkan hubungkan ponsel blackberry anda ke pc melalui kabel usb. Seandainya setelah beberapa menit DM tidak terbuka berarti anda mesti menjalankannya secara manual.
Dalam beberapa saat DM software akan mencari device blackberry anda kemudian akan muncul box dialogue menanyakan apakah anda ingin meng-install upgrade terbaru/available-upgrades. Klik ‘Update Now’ dan akan muncul list aplikasi yang akan terpengaruh dari proses instalasi ini. Pastikan data anda ter-backup otomatis dengan mengeceknya di ‘Options’ dibagian ‘Data Preservation and Device Backup’. Pastikan itu sudah tercentang kemudian klik ‘OK’. Anda juga bisa menentukan aplikasi yang akan ditambah atau di-upgrade yang tidak masuk di default daftar aplikasi di Desktop Manager dengan mengklik tab ‘Advanced’.
Selanjutnya klik ‘Next’ lalu ‘Finish’, dan tunggu saat OS baru sementara di-install di blackberry anda. Mohon sabar karna proses ini akan cukup lama.
Kita akan mengetahui bahwa OS terbaru sudah ter-install dengan baik ketika muncul pesan di layar PC bahwa ‘Desktop Manager’s Update Complete’ dan sinyal blackberry anda kembali menyala. Setelah semua proses upgrade selesai anda akan menerima pesan Email yang mengatakan bahwa ‘your device is registered with your carrier’s network’. Kadangkala kita tidak menerima pesan ini sehingga kita mesti melakukannya secara manual, masuk ke ‘Setup’–>’Email Setting’–>pencet tombol dgn icon Blackberry–>klik ‘Service Books’. Apabila anda belum menambahkan akun email, tambahkan dulu kemudian login.
Cara upgrade ini bisa anda terapkan untuk device blackberry model apa saja. Asalkan anda mengikuti langkah-langkah ini, proses upgrade anda insya Allah akan baik-baik saja.

Hidup Bagai Misteri "Cerpen: Solinda (Kisah Nyata Seorang Siswa)"

Kehidupan memang terkadang tak sesuai dengan yang kita harapkan. Siklus kehidupan terus berlanjut seperti roda. Kadang di atas dan terkadang di bawah. Ada suka maupun duka.
Hmmm…. Hidup, kau terkadang bagai misteri bagiku. Tak kan bisa ditebak, bagai teka-teki. Seperti yang ku alami di dalam melewati perjalanan hidupku ini. Sampai aku menduduki bangku SMA, siapa yang menyangka dan menduga, bahwa aku dibesarkan dan disekolahkan oleh penghasilan nenek.
Nenek bagiku adalah seorang pahlawan, yang telah membantuku untuk dapat mengenal arti sebuah kehidupan dan pengorbanan. Kasih sayangnya yang begitu tulus, membuat aku tegar melewati getirnya kehidupan ini. Semenjak kecil, berawal dari perceraian orang tuaku, aku merasa dunia ini begitu kelam, hampa, tanpa kehadiran kasih saying dan pengorbanannya. Yang membuatku tegar, kuat dan penuh semangat dalam menjalani kehidupan. Aku tak pernah merasa kekurangan, nenek selalu melengkapi kebutuhanku sehari- hari.
Disuatu malam, di ruang keluarga, ku jumpai nenek duduk termenung tak seperti biasanya. Wajahnya begitu sendu, menggambarkan kesedihan yang begitu dalam. Aku tak tahu apa yang tengah dipikirkannya. Tapi, melihat sorot pandang wajahnya, ku yakin nenek tengah merasakan kesedihan dan masalah yang begitu berat. Aku menghampiri nenek, dan duduk disebelahnya. Kemudian aku bertanya apa yang tengah dipikirkan nya. Nenek Cuma senyum dan mengatakan tidak ada yang dipikirkannya. Nenek juga bilang, mungkin nenek kecapean aja, sehingga aku mengartikan bahwa nenek lagi bersedih. Tapi, hatiku merasa nenek tengah berbohong dan menyembunyikan sesuatu terhdapku. Dan aku tak tahu itu…!!!
Akupun bilang sama nenek  “ya udahlah nek, kalau nenek capek, mendingan nenek istirahat… nanti nenek sakit…” nenek mengangguk dan masuk ke kamar. Ketika nenek mau menutup pintu kamar, tanpa sengaja aku mendengar nenek berkata “Andai orang tuamu masih bersama, mungkin hidupmu takkan seperti ini…”. 
Aku ingin sekali menanyakan apa arti dan maksud dari perkataan nenek, tapi aku takut. Aku takut ini akan menambah beban pikiran dan membuat nenek justru merasa sedih. Aku pun masuk ke kamarku merebahkan badan di kasur, memandangi langit-langit kamar, menerawang jauh memikirkan hidup ini yang terasa bagai pizzle yang yang sulit di ungkapkan.
Ibu…… Ayah…… aku kangen…… aku rindu akan kasih sayangmu. Aku ingin kalian seperti dulu… tapi, itu tak mungkin.
Nenek…… aku juga tak ingin membuat nenek merasa terbebani denga terus-menerus memenuhi kebutuhanku sehari-hari.
Ya Allah…… Ya Tuhanku…… apa yang harus ku perbuat…?
Ku merasa serba salah.
Aku menangis mengenang semuanya…
Ah! Yang berlalu, biarlah berlalu. Yang jelas, aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang.
          Malam terus berlanjut, bintang-bintang terus berkelap kelip di angkasa luas. Suara jangkrik, terus bermusik, berpesta pora. Hinnga ku pejamkan mata ini….
          Yang ku tak tahu, apa yang terjadi esok hari.

Rabu, 16 Maret 2011

Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan Bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ 
Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta 
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung memengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Rekannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.
Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.
Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”





Presiden Republik Indonesia Yang Terlupakan

Sebagai penjabat presiden,umumnya orang Indonesia hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putrie dan Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal masih ada dua lagi presiden Indonesia dan jarang sekali disebut. Yakni Syafrudin Prawiranegara dan Mr. Asaat.
Syafruddin Prawiranegara, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara lahir di Banten, 28 Februari 1911. Beliau adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948.
Di masa kecilnya akrab dengan panggilan “Kuding”, dalam tubuh Syafruddin mengalir darah campuran Banten dan Minang. Buyutnya, Sutan Alam Intan, masih keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat, yang dibuang ke Banten karena terlibat Perang Padri. Menikah dengan putri bangsawan Banten, lahirlah kakeknya yang kemudian memiliki anak bernama R. Arsyad Prawiraatmadja. Itulah ayah Kuding yang, walaupun bekerja sebagai jaksa, cukup dekat dengan rakyat, dan karenanya dibuang Belanda ke Jawa Timur.
Kuding, yang gemar membaca kisah petualangan sejenis Robinson Crusoe, memiliki cita-cita tinggi — “Ingin menjadi orang besar,” katanya. Itulah sebabnya ia masuk Sekolah Tinggi Hukum (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) di Jakarta (Batavia).
Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.
kami menguasakan kepada Mr Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra
Ketika Belanda melakukan agresi militernya yang kedua di Indonesia pada tanggal 19 Desember 1949, Soekarno-Hatta sempat mengirimkan telegram yang berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu-Kota Jogyakarta. Djika dalam keadaan Pemerintah tidak dapat mendjalankan kewadjibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.
Telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi di karenakan sulitnya sistem komunikasi pada saat itu, namun ternyata pada saat bersamaan ketika mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki Ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia, tanggal 19 Desember sore hari, Sjafruddin Prawiranegara segera mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok, Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr TM Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dijuluki “penyelamat Republik”. Dengan mengambil lokasi di suatu tempat di daerah Sumatera Barat, pemerintahan Republik Indonesia masih tetap eksis meskipun para pemimpin Indonesia seperti Soekarno-Hatta telah ditangkap Belanda di Yogyakarta. Sjafruddin Prawiranegara menjadi Ketua PDRI dan kabinetnya yang terdiri dari beberapa orang menteri. Meskipun istilah yang digunakan waktu itu “ketua”, namun kedudukannya sama dengan presiden.
Sjafruddin menyerahkan mandatnya kemudian kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia sebagai negara bangsa yang sedang mempertaankan kemerdekaan dari agresor Belanda yang ingin kembali berkuasa.
Setelah menyerahkan mandatnya kembali kepada presiden Soekarno, Syafruddin Prawiranegara tetap terlibat dalam pemerintahan dengan menjadi menteri keuangan. Pada Maret 1950, selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, ia melaksanakan pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya tinggal separuh. Kebijaksanaan moneter yang banyak dikritik itu dikenal dengan julukan Gunting Syafruddin.
PRRI
Akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat karena ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi dan juga pengaruh komunis (terutama PKI) yang semakin menguat, pada awal tahun 1958, Syafruddin Prawiranegara dan beberapa tokoh lainnya mendirikan PRRI yang berbasis di sumatera tengah dan ia di tunjuk sebagai Presidennya.

Dakwah
Setelah bertahun-tahun berkarir di dunia politik, Syafrudin Prawiranegara akhirnya memilih lapangan dakwah sebagai kesibukan masa tuanya. Dan, ternyata, tidak mudah. Berkali-kali bekas tokoh Partai Masyumi ini dilarang naik mimbar. Juni 1985, ia diperiksa lagi sehubungan dengan isi khotbahnya pada hari raya Idul Fitri 1404 H di masjid Al-A’raf, Tanjung Priok, Jakarta.
“Saya ingin mati di dalam Islam. Dan ingin menyadarkan, bahwa kita tidak perlu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada Allah,” ujar ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI) itu tentang aktivitasnya itu.
Di tengah kesibukannya sebagai mubalig, bekas gubernur Bank Sentral 1951 ini masih sempat menyusun buku Sejarah Moneter, dengan bantuan Oei Beng To, direktur utama Lembaga Keuangan Indonesia.
Syafruddin Prawiranegara meninggal pada 15 Februari 1989 di makamkan di Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Sampai saat ini Mr. Presiden kita belum juga mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, hal ini membuat kita terutama generasi muda berdosa jika tidak menghargai jasa-jasa beliau yang sangat penting berkenaan dengan penyelamatan Republik ini dari kekosongan kekuasaan.